Keutamaan Ilmu

TUJUAN MATERI
1. Peserta Mengetahui pengertian ilmu
2. Peserta Mengetahui keutamaan ilmu
3. Peserta Mengetahui klasifikasi ilmu
4. Peserta faham hakekat ilmu

METODE PENDEKATAN
1. Games
2. Ceramah

RINCIAN PEMBAHASAN
PENDAHULUAN
“ … Katakanlah : Apakah dapat disamakan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui….” (QS. Az Zumar : 9).
“Ibnu Mas’ud r.a berkata : Rosulullah SAW. Bersabda : Tidak boleh menginginkan kepunyaan orang lain melainkan dua macan. Orang yang diberi oleh Allah kekayaan, maka dipergunakan untuk membela haq kebenaran, dan orang yang diberi oleh Allah ilmu pengetahuan, hikmat maka diajarkan kepada semua orang”. (HR. Bukhori-Muslim)
Rosulullah ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laku-laki dan perempuan” (Al Hadis).
Kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim, bukan mempelajari segala macam ilmu. Setiap muslim wajib mempelajari ilmu sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Bila ia telah berkewajiban menjalankan shalat maka berarti ia wajib mengetahui ilmu tentang shalat sehingga ia benar dalam melaksanakan shalatnya. Demilkian pula, menjadi wajib mempelajari ilmu-ilmu lain yang menjadi sarana dalam melaksanakan yang wajib, karena sarana yang menunjang kesempurnaan suatu yang wajib, maka hukumnya menjadi wajib pula.

KEUTAMAAN ILMU
Setiap orang pasti mengetahui keutamaan ilmu. Allah SWT menampakkan keutamaan Adam As daripada para malaikat adalah karena ilmu, sehingga Allah menyuruh para malaikat agar sujud kepada Adam As.
Keutamaan ilmu yang paling nyata adalah bahwa ilmu adalah sarana untuk bertakwa kepada Allah, dimana dengan takwa manusia akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah yaitu surga yang abadi.
Abu Musa r.a berkata : Bersabda Nabi SAW : perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan oleh Allah kepada saya bagaikan hujan yang turun ke tanah, maka sebagian ada yang ssubur (baik) dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan serta rumput yang banyak sekali. Dan ada pula tanah yang keras menahan air, hingga berguna untuk minuman dan penyiram kebun tanaman; dan ada beberapa tanah hanya keras-kering tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah contoh orang yang pandai di dalam agama Allah dan mempergunakan apa yang diberikan Allah kepadaku lalu mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Allah yang telah ditugaskan kepadaku” (HR Bukhori-Muslim).

KLASIFIKASI ILMU
1. Ilmu yang diwajibkan untuk tiap individu (Fardlu Ain)
Ilmu Pengetahuan tentang prinsip Keimanan : Allah, Malaikat, Kitab-kitanya, Rosulnya, Hari Akhir, Qodho dan Qodar
Ilmu pengetahuan tentang Syariat-Syariat : Wudhu, Sholat, zakat, puasa, haji
Ilmu Pengetahuan tentang hal yang diharamkan/dihalalkan : Babi, Bangkai, Riba, Judi, darah, Khamr
Ilmu tentang Muamalah/kemasyarakatan : Perdagangan, Administrasi Niaga , Pemerintah
2. Ilmu yang diwajibkan untuk kelompok (Fardhu kifayah)
Ilmu jika ada satu/beberapa orang dari sekelompok /beberapa kelompok jama’ah telah memiliki/melaksanakannya, maka yang lainnya tidak lagi dituntut untuk memiliki/melaksanakannya. Namun jika tidak ada seorangpun yang memiliki/melaksanaknnya, maka semua orang berdosa, lebih-lebih pemimpin mereka (ulil amri)
contoh : Ilmu kedokteran, ilmu hitung, ilmu kebidanan, ilmu jenasah, ilmu bumi, ilmu falak, ilmu komputer dlll
3. Ilmu yang tercela
Dikatakan tercela karena :
a. Ilmu itu membawa kemudharatan bagi orang itusendiri atau orang lain contoh : ilmu tenung, sihir, santet dll
b. Ilmu itu menurut kebiasaan membawa kemudharatan kepada yang memiliki ilmu itu sendiri, seperti : ilmu paranormal, peramal/nujum

HAKIKAT ILMU
Ilmu adalah sifat yang dapat memperjelas. Sudah semestinya sebagai makhluk untuk tidak melupakan hal-hal yang berguna dan membahayakan di dunia dan di akhirat. Dalam arti mengambil yang bermanfaat dan menjauhi apa saja yang menyesatkan, agar akal dan ilmunya tidak dijadikan dalih yang menjadi penyebab mendapat siksa. Kita berlindung kepada Allah dari murka dan siksanya.
Abu Darda r.a. berkata: saya telah mendengar Rosulullah SAW bersabda : siapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan para malaikat selalu meletakkan sayapnya menaungi para pelajar karena senang dengan perbuatan mereka. Dan seorang alim dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air. Kelebihan seorang alim atas orang ibadah bagaikan kelebihan sinar bulan atas lain-lain bintang. Dan sesungguhnya ulama (guru-guru) sebagai waris dari nabi-nabi. Sesungguhnya Nabi tidak mewariskan uang dinar atau dirham hanya mereka merwariskan ilmu agama, maka siapa yang tealah mendapatkannya berarti telah mengambil bagian yang besar”. (HR Abu Dawud, Attirmidzi)

ADAB ORANG YANG BERILMU
1. Semangat mencari ilmu
2. Hormat pada guru
3. Sabar
4. Tidak pernah puas
5. Mardhotillah
6. Semangat belajar sahabat dan salafus shalih

GAMES-NYA (Lubang Sama Jarak)
Bahan :
1. Tiga Lembar Kertas bujur sangkar per orang atau kelompok
2. 1 buah gunting atau cutter
Langkah-langkah
Instruksi : peserta diminta membuat sejumlah lubang (minimal 6) yang berjarak sama antara satu lubang dengan lainnya, juga jarak setiap lubang dari titik pusatnya
§ Tahap 1
Mentor memberikan instruksi tanpa memberikan keterangan tambahan
§ Tahap 2

Mentor memberikan instruksi dan memberikan keterangan tambahan secara lisan sebagai berikut :
a. Lipat kertas 2x, sehingga membentuk bujur sangkar
b. Lipat bagian kertas yang ujungnya bersatu sehingga menutupi 2/3 bagiannya
c. Lipat juga 1/3 bagian sisanya
d. Lipaat lagi kertas dengan bagian yang sama sampai menutup
e. Lubangi bagian yang ujungnya bersatu menggunakan gunting atau cutter
f. Lihat apakah didapat lubang-lubang sesuai instruksi
§ Tahap 3

Mentor memberikan instruksi sambil mencontohkan setiap langkah secara terperinci. Sehingga didapatkan hasil sesuai instruksi.
Hikmah
1. Pentingnya rasul sebgai penyampai dan penjelas rissalah islam sekaligus mencotohkan bagaimana Islam diterapkan dalam hidup keseharian
2. Rosul sebagai utusan Allah harus kita kenal dan kita taati agar segala aspek kehidupan kita menjadi ibadah

MAROJI

Al Quran dan Terjemahnya, Depag RI
Riadhus Shalihin, Imam Nawawi
Ta’limul Muta’alim, kiat sukses menuntut ilmu, Shaih Az Zarnuji, Ghazali KH

No comments:

Post a Comment