Ku goreskan tintaku dalam bentangan malam
Di antara hening dan dinginnya angin
Menusuk hingga ragaku menggigil
Namun jemariku tetap tegar
Ku coba yakinkan diriku
Dingin ini pasti akan berlalu, beranjaklah...
Suara jangkrik terdengar jelas
Lebih besar dan t'seperti biasanya
Begitupun hentakkan jarum jam
Terus membuyarkan rasa yg t'kunjung hilang
Ditepian malam
Ku bentangkan harapan dalam gelapnya mimpi
Ku susun setiap kata dari seribu rasa yg ada
Agar kelak kau kan tahu
Betapa besarnya rasa ini
Ditepian malam
Ku sampaikan rinduku dalam bayang rasa
Sebuah rasa yg t'kan pernah ku tahu
Sampai kapan ia akan bersemayam
Krn ku tahu kau t'bisa ku miliki
Dan rindukupun, rindu yg terlarang
Entahlah...
Sekali lagi ku yakinkan diriku
Semua kan ada jawaban
Malam semakin larut
Jemariku semakin lincah menorehkan kata
Mengikuti alunan rasa yg ada
Ditepian malam ku semayamkan rinduku dan semua rasa yg ada
Di atas sajadah ini ku pasrahkan apa yg ada
Kusampaikan rinduku dalam tangis yg t'terbayar
Agar kelak kau kan tahu
Betapa besarnya rindu ku
Ditepian malam yg semakin beranjak pagi
Diriku seperti penyendiri tinggal dalam kenangan
Hanyut dalam sepi
Seperti sebuah segmen cerita
Tersembunyi dalam waktu
Siapa yg tahu...???
Mengapa semuanya datang dan pergi
Waktu seperti kereta api
Kita hanya seperti penumpang
Bagian yg paling indah adalah
Disaat kita bertemu dan bisa bersama
Seperti fajar dan mentari yg saling menyambut
Namun semua tinggal-lah harapan dan angan
Ditepian malam
Kutitip rasaku dalam diam
Agar rinduku kelak bisa kau temukan
I hope going to heaven with you in the future
Dini hari, 300720
#pengembara

No comments:
Post a Comment