Mengenal Islam (Ma'rifatul Islam)

TUJUAN
1. Peserta memahami pengertian Din menurut Al Quran
2. Peserta memahami pengertian Dinullah dan Ghairu dienullah
3. Peserta memahami kesempurnaan ajaran Islam sehingga beusaha mengamalkan dan mempelajarinya

METODE PENDEKATAN
* Ceramah
* Game/gambar
* Diskusi

RINCIAN BAHASAN
1. PENDAHULUAN
Konsepsi Islam dapat digambarkan sebagai sebuah bangunan yang kokoh.Dalam sebuah hadits dikatakan “Dibangun Islam atas lima perkara Mengakui bahwa tiada Tuhan kecuali Allah (1) dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah (2) Mendirikan Shalat (3) Mengeluarkan zakat (4) Mengerjakan haji ke Baitullah dan (5) Puasa dibulan Ramadhan (HR.Bukhari-Muslim).”(lihat juga QS.61:4)
§ Islam adalah agama yang sempurna (QS.5:3)
§ Kesempurnaan Islam ibarat banginan yang kokoh

2. KANDUNGAN AL QUR’AN
v Pokok dan pondasi (asas) yang terdiri dari :
§ Aqidah(keimanan) ;memcakup dua kalimat Syahadat dan rukun Iman yang enam (QS.2:177, 47:19)
§ Ibadah (Rukun Islam yang lima)

v Bangunan (bina’),berupa aturan yang mencakup semua aspek kehidupan manusia (sistem hidup) seperti :
§ Konsep sosial dan kemasyarakatan (QS. 24:27, 49:10-13)
§ Konsep perekonomian (QS. 2:275, 282, 283)
§ Konsep militer dan keprajuritan (QS. 8:60, 9:5-8)
§ Komsep pendidikan(QS. 3:159, 2:151)
§ Konsep politik (QS. 8:61, 42:38)
§ Konsep moral/akhlak (QS. 2:237)

v Atap (Penyokong dan penguat / Muadyiat)
§ Dakwah/Amar ma’ruf nahi mungkar (QS. 3:104)
§ Jihad (QS. 22:39-40)
§ Hukum (QS. 5:49)
§ Sanksi-sanksi (QS. 5:33,38)

TAMBAHAN MATERI (pelengkap)
Islam yang diturunkan kepada Muhammad SAW adalah lanjutan dan merupakan puncak dari semua agama terdahulu.Karena itu Islam berlaku untuk seluruh manusia sepanjang zaman. Kedudukan Islam yang demikian, dibuktikan dengan fakta-fakta yang nyata. Pertama, tidak ada kitab lain yang diturunkan dalam bentuk dan isi yang sama seperti ketika diturunkannya kecuali Al Qur’an. Kedua, tidak ada agama lain yang diturunkan dengan tuntunan yang jelas dan begitu meyakinkan untuk menjadi petunjuk dalam segala tindak kehidupan manusia pada setiap masa melainkan Islam. Islam membicarakan manusia dengan luas dan memberikan petunjuk dasar berkenaan dengan semua masalah kemanusiaan. Lebih dari itu, Islam telah teruji selama 14 abad dan memiliki seluruh potensi untuk membangun masyarakat yang ideal seperti yang pernah terjadi di bawah kepemimpinan Nabi terkhir, Muhammad SAW.
Adalah suatu keajaiban bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengalahkan musuh-musuhnya yang paling gigih dan kuat menentangnya, sekalipun tanpa sumber materi yang cukup. Bahkan para penyembah berhala, orang-orang yang berpegang teguh pada tradisi-tradisi nenek moyang, para penyabar kerusuhan dan permusuhan antar suku, dan mereka yang menyalahgunakan kehormatan dan kebangsaannya, menjadi bangsa yang paling patuh di bawah pimpinan Islam dan Nabinya. Islam membuka lebar ketinggian spiritual dan kehormatan manusia dengan menetapkan kebenaran sebagai satu-satunya kriteria kemuliaan dan keagungan seseorang. Islam membentuk kehidupan social budaya mereka, kehidupan moral dan perekonomian dengan hukum dan prinsip-prinsip dasar yang sangat sesuai dengan fitrah manusia sehingga prinsip-prinsip ini dapat diterapkan sepanjang jaman.
Sayangnya, pihak Kristen (Barat) tidak mau mengakui keberhasilan Islam yang luar biasa pada masa lalu secara jujur, malah menganggap Islam sebagai agama tandingan. Selama abad partengahan, kecenderungan ini bertmbah kuat dan giat dengan diproduksinya secara besar-besaran bacaan-bacaan yang dapat mengaburkan makna Islam yang sebenarnya. Namun Islam telah menunjukkan kemurniannya kepada sarjana-sarjana modern yang berani dalam pengamatannya terhadap Islam secara objektif dan mampu menangkis semua tuduhan terhadap Islam yang dilancarkan kaum orientalis.

Disini kami sertakan beberapa penelitian sarjana non muslim terkemuka masa kini. Sebenarnya, kebenaran tidak membutuhkan pembela untuk menyatakannya. Tapi dengan dilancarkannya propaganda yang tidak benar trhadap Islam dalam jangka waktu lama, telah trjadi kekacauan hebat, bahkan di dalam jiwa pemikir yang bebas dan kreatif.
Kami mengharapkan bahwa penelitian-penelitian berikut menjadi pendorong yang baik untuk memulai suatu penelitian yang objektif terhadap Islam.
Apa Kata “MEREKA” Tentang Islam

“Islam mengganti kehidupan kerahiban dengan kemanusiaan. Memberikan harapan bagi kaum budak, persaudaraan umat manusia, dan pengakuan terhadap fitrah manusia.” (Canon Taylor, makalah yang dibacakan sebelum konggres gereja di Walverhamton, 7 oktober 1887, dikutip oleh Alnold “ The Preaching of Islam”,1918,hal. 167)

“Faham keadilan adalah salah satu dari ajaran –ajaran Islam yang luar biasa, sebab sebagaimana telah baca dalam Al Qur’an, saya menemukan prinsip-prinsip kehidupan yang dinamis itu, bukan sekedar kisah atau dongeng belaka, tapi adalah suatu ilmu kesusilaan (etik) yang praktis untuk menuntun kehidupan sehari-hari yang cocok untuk seluruh dunia.” (Sarojini Naidu, Kuliah tentang “Faham-faham Islam” lihat “Speeches and Writing of Sarojini Naidu” Madras, 1918, hal 167)

“Sejarah membuktikan bahwa kisah-kisah tentang gerakan Muslim fanatik yang menembus dunia dan kekuatan Islam dengan ancaman perang atau mati atas perebutan bangsa-bangsa adalah suatu kisah lama yang tidak masuk akal dan paling fantastis yang tak akan pernah terulang dalam sejarah.” (De Lacy O’leary, “Islam at the Crossroads, London, 1923, hal.8)

“Islam lebih jauh masih memiliki kesanggupan dan pelajaran menangani masalah-masalah kemanusiaan. Islam lebih bertahan di dunia timur daripada Eropa dan ia memperlihatkan tradisi yang luar biasa tentang pemahaman dan kerjasama antar suku.
Tidak ada masyarakat lain yang memiliki rekaman keberhasilan semacam itu dalam menyatukan masyarakat atas persamaan status. Persamaan kesempatan dan ikhtiar dari sekian banyak macam suku bangsa Islam memiliki kekuatan untuk mendamaikan bagian-bagian suku dan tradisi yang nampaknya tidak dapat didamaikan. Bila pertentangan antar bangsa-bangsa besar di Barat dan Timur akan digantikan dengan kerjasama, tidak bisa tidak, Islam harus ada sebagai perantara.
Dalam Islam terdapat jalan keluar yang sangat luas bagi masalah yang dihadapi Eropa dalam hubungannya dengan Timur. Bila mereka bersatu, harapan tentang perdamaian makin besar. Tapi bila Eropa menolak kerjasama Islam, mencampakkan kepada tandingannya, keputusan ini hanya akan menjadi malapetaka bagi keduanya.” (H.A.R Gibb, “Whiter Islam”, London, 1932, hal.379)

“Hilangnya rasa kesukuan antar muslim adalah salah satu prestasi Islam yang mencolok: Dan dalam dunia modern saat ini, kebaikan Islam merupakan yang amat mendesak.”(A.J.Toynbee, “Civilization On Trial”, NewYork, 1984,hal.205)

“Kebangkitan Islam barangkali merupakan peristiwa yang paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Berasal dari negeri dan bangsa yang awalnya tidak masuk dalam perhitungan, Islam berkembang dalam satu abad meliputi lebih dari setengah wilayah bumi, menghancurkan kerajaan besar, menyingkirkan kepercayaan-kepercayaan yang telah lama terbentuk, membentuk kembali semangat kebangsaan, dan membangun dunia baru; Dunia Islam.
Makin seksama kita selidiki perkembangan ini, makin tampak luar biasa. Agama-agama besar lain mencapai kemenangan dengan cara yang lambat, dengan pertempuran yang menyakitkan dan akhirnya mendapat kemenangan dengan pertolongan penguasa atau raja-raja pendukung agama baru. Kristen memiliki Konstantin’ Budha memiliki Asoka, dan Zoroaster memiliki Cyrus, masing-masing memberikan pemujaan pada pilihannya yang memiliki kekuasaan besar dan kekuasaan duniawinya. Lain halnya dengan Islam, muncul dari tanah yang tandus berpenghuni bangsa nomad dengan jumlah sedikit, yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam sejarah manusia, Islam maju ke medan pertempuran melawan kekuatan yang secara materi amat bertolak belakang. Tapi Islam memperoleh kemenangan dengan mudah yang nampak nya merupakan keajaiban, dan beberapa generasi telah melihat Eiery Grescent memikul kemenangan dari Pyrenees hingga Himalaya dan dari padang pasir di Asia Tengah hingga padang pasir di Afrika Tengah.” (A.M.L. Stoddard, dikutip dari “Islam The Religion of All Prophets”, Begum Bawani Waqf, Karachi, Pakistan, hal.56)

“Islam adalah agama yang secara esensial bersifat rasional dalam arti yang luas, baik dipandang secara etimologis maupun historis. Pengartian rasionalisme yang mendasarkan kepercayaannya pada prinsip-prinsip yang dilengkapi dengan alasan-alasan yang masuk akal secara tepat. Tak dapat diingkari banyak doktrin-doktrin dan sistem-sirtem dan juga takhayul-takhayul, penyambahan pada orang-orang suci hingga pemakaian rodario dan ajimat-ajimat, telah mengotori keyakinan mislim.
Namun disamping pertumbuhan yang pesat dari semua istilah itu, dari ajaran-ajaran Rasul-Nya, Qur’an tetap menjaga kedudukannya sebagai titik awal yang asasi dan dogma tentang keesaan Allah yang dinyatakan didalamnya dengan kemuliaan, keagungan, kesucian yang tak berubah, yang sulit ditemui di luar keyakinan Islam.

“saya bukan seorang muslim, walaupun saya berharap bahwa saya adalah “muslim” sebagai orang yang berserah diri pada Tuhan. Tapi saya yakin bahwa apa yang tercantum dalam Al Qur’an dalam ungkapan lain dari pandangan Islam adalah kebenaran yang tersimpan, di man saya dan orang-orang Barat lain harus lebih mempelajarinya; dan memang Islam adalah tonggak yang kuat bagi kerangka dasar keyakina seseorang di masa depan.” (W.Montgomery Watt. “Islam and Christianity Today”, London, hal. IX)

MAROJI’
§ Karakteristik Islam, DR.Yusuf Qordhowi

§ Aqidah Seorang Muslim, Al Ummah

No comments:

Post a Comment