ketika pagi dibasahi rintihan-rintihan embun
sang mentaripun terbelenggu diam membisu
dan alampun berada diperaduan
diselimuti pagi yang dingin
kucoba renungkan sejenak
suasana hati yang bimbang
t'tentu arah...
kucoba pahami itu semua
namun ragaku seakan terhampar
ombak pagi...
kini kembali ku rasakan dinginnya alam
berpijak pada sebuah harapan
hati yang resah, bimbang di antara rasa yang ada
titik-titik pena ini menjadi payung
kegundahan dikala hati diam membisu
sesekali ku berkhayal dalam lamunan
akankah hari itu akan adatang
memberiku satu kesempatan
tuk ungkapkan rasa ini...??!
aku t'tahu...
aku t'mengerti...
aku terperangkap dalam duri-duri hatiku
aku terpaku...
diam membisu...
maafkan aku
karena telah mencintamu
Kota-bima, Jum'at, 090312;07.47
- Home
- Info IT
- Cat.Harian1
- Cat.Harian2
- Senandung Rindu
- Dalam Perjalanan ini
- Suara Hati
- Dingin
- Mimpi tak terbeli
- Tenda Pengungsian
- Dilorong Waktu
- Aku Masih Disini
- Diatas Awan
- Keabadian
- Senjaku dalam Hening
- Purnamaku Merindu
- Perahu Kecilku
- Rinduku di Tepian Malam
- Tapakku
- Seperti Rasamu
- Petangku di Ujung Rindu
- Pejuang Cinta Dalam Dekapan Terakhir
- Akhir Sebuah Cerita
- Cat.Harian3
- PKH
- Cerpen
- Artikel
- Materi Khutbah
- Materi Tarbiyah

No comments:
Post a Comment