Duri-duri tajam menusuk hingga menyisahkan luka, dalam...
Menghatam tajam hingga meneteskan perih
Menumpahkan segala yg ada
Berkecamuk, bersatu, menghujam, dalam...
Tapakku t'sanggup lagi menapakinya
Jalan penuh liku, jalan penuh curam
Semua beradu menghantam jiwa dan raga
Seolah mengisyaratkan diri t'selamanya ada
Semua tinggal dalam tatapan
Di ujung mata, di ujung bibir, menyatu
Hendak melukiskan lakon yg t'lagi di mengerti
Kala arah t'lagi mengajak, hendak kemana tapak di ayun
Jalannya pun menghilang, di bungkus asa, perih, rasanya t'bisa lg ku tahan
Ku biarkan tetesan itu mengalir
Mengiringi jemariku yg berlomba menghentakkan kata hati
Yg entah apa ia lukiskan,
Entahlah...
Akupun t'mengerti
Tapakku kini berhenti dlm bait pilu
Berbalut malam dingin, tajam menusuk, dalam...
Tatapanku terus menuju noteku
Beriring jemari yg masih t'ingin beranjak
Malampun semakin larut
Aku terdiam dalam balutanya
Sendiri...
Terasing...
Sepi...
Bahkan hilang...
#29ramadhan
#selasa100521,02:49

No comments:
Post a Comment