MAJA LABO DAHU, NGGAHI RAWI PAHU SEBAGAI REFLEKSI IMAN












Puji-pujian, Shalawat

Pesan takwa : Sesungguhnya nikmat yang besar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah nikmat hidayah. Karena sesungguhnya nikmat hidayah itulah yang akan kita bawa sampai ke kuburan. Sesungguhnya nikmat hidayah itulah yang akan bermanfaat di hari akhirat kelak. Adapun nikmat materi, nikmat harta, itu tidak akan kita bawa kepada kuburan ataupun dalam kehidupan akhirat kelak. Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:




“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cintai maupun yang tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Maka dari itu khatib mengajak kepada kita semua untuk sama-sama berusaha dan terus menjaga iman serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 

Jamah Jum’ah yang dimuliakan Allah

Tiadalah kehadiran kita di tempat yg mulia ini, masjid ini adalah menjadi salah satu bukti nyata Iman kita, sebab Allah memanggil kita dengan cintaNya, dan hanya untuk orang-orang yang beriman, seruan dan panggilan ini begitu speciali dari Allah, maka hanya orang-orang yang berimanlah yang akan mendengarkan seruan dan panggilan ini, Iman itu menggerakkan hati kita, kaki, langkah kita menuju masjid-masjid Allah untuk menunaikan kewajiban dan rutinitas pekanan kita yakni sholat Jum’at,



“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” QS.Al-Jumu’ah : 9

Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah iman itu ?

Tashdiqun bil Qalbi, Waikrarun Billisan, Amalu bil Arkan, iman itu satu kesatuan, tidak bisa di pilih tidak bisa di pilah, 3 hal ini harus menjadi satu kesatuan yang utuh, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau kita harus melaksanakannya, itulah baru dikatakan beriman.

Tashdiqun bil Qalbi : sebuah keyakinan, keteguhan hati, kesungguhan hati, kemantapan hati akan Allah Yg Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah (QS.Al-Ikhlas) Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada kaum musyrik yang menanyakan sifat dan nasab Allah dengan tujuan mengejek, “Dia lah Allah, Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak berbilang dalam nama, sifat, dan ketuhanan-Nya.

 

Adalah Khadijah binti Khuwailid, dia seorang wanita yang kaya raya, habis-habisan berkurban. Ia siap secara total tidak takut bahaya apapun yang mengancam nyawanya oleh orang-orang kafir. Tidak ada yang lebih berharga melebihi/mengungguli wahyu Allah Subhanahu Wata'ala.

 

Abu Bakar Ash-Shiddiq, konglomerat tidak berpikir panjang dalam menyambut wahyu Allah. Rasulullah bersabda: Saya tidak mengajak seseorang masuk Islam kecuali ada maju mundurnya kecuali Abu Bakar. Begitu wahyu turun, dia langsung lebur dalam perjuangan Islam. Dalam perjalanan keislamannya, beliau pernah menginfakkan hartanya tanpa disisakan.”

 

Ammar bin Yasir Dan keluarganya ridha Kehilangan nyawanya, istrinya Sumayyah ditumbak perutnya, tetapi keduanya LEBIH menghargai keyakinannya daripada nyawa Satu-Satunya. Disampaikan Rasulullah untuk menghiburnya, “Sabarlah wahai keluarga Yasir, janjimu adalah surga.”

 

Juga Bilal bin Rabah yang menemukan dirinya tidak sebagai budak. Tetapi hanya sebagai hamba Allah Subhanahu Wata'ala. Ia tidak diperbudak oleh posisi, komisi, kepentingan. Ia tidak menjadi hamba minoritas, hamba yang berkuasa, tetapi hanya sebagai abdullah dan khalifatullah. Ketika dijemur oleh majikannya di atas batu ketika panas matahari yang terik, ia mengatakan “ Ahad, Ahad! (Hanya Allah Yang Maha Esa).

Semua kisah ini adalah bukti nyata Iman adalah pondasi, benteng dalam aqidah yang kuat,

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” QS.Yunus: 62-64


Waikrarun Billisan :

Sebuah ungkapan persaksian, pengikat kepecayaan, membenarkan apa yang di yakini, menguatkan apa yang di ada di hati,



Dan sebagian manusia ada yang lisannya berkata: Aku beriman kepada Alloh dan beriman kepada Hari Akhir, dan tiadalah mereka itu orang-orang yang beriman”. QS.Al-Baqorah: 8



Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. Al-Ahqaf: 13)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30)

Selain pengakuan dari lisan kita akan kebesaranya Allah, dengan lisan itu jg kita berdzikir kepada Allah SWT, menyampaikan kalimat-kalimat Allah, menyampaikan kebenaran dan Islam ini kepada seluruh alam semesta, sebuah tugas besar yang menjadi tanggungjawab kita orang-orang beriman, Rasullah bersabda, “sampaikanlah walaupun satu ayat”, ini menunjukkan bahwa pentingnya menyampaikan kebaikan.




Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim, no. 38)

 

Amalun bil Arkan :

Realisasi dari hati dan lisan adalah perbuatan nyata, bukti kehadiran iman dalam diri kita, Rasulullah mengajarkan keimanan secara totalitas dengan hati, lisan, dan perbuatan. Artinya kepercayaan dan keyakinan kepada Allah Swt harus dibarengi dengan perbuatan yang baik (amal shalih) dalam setiap kesempatan dan di manapun berada.

Iman dalam konteks kehidupan sosial memberi pengertian bahwa iman tidak hanya
mencakup aspek keyakinan beragama, sebagaimana yang meliputi keimanan pada rukun Iman itu sendiri (kepada Allah, MalaikatmalaikatNya, Kitab-kitabnya, Rasul-rasulNya, Hari Kiamat, dan Qadha’ dan Qadar).

Iman juga memberi petunjuk dan tuntunan serta menaruh perhatian besar terhadap realitas
kehidupan manusia. Dengan kata lain, iman yang benar-benar sebagai aspek keyakinan
berkorelasi positif dan memberi pengaruh kuat dan signifikan terhadap kualitas kehidupan
sosial dan kemanusiaan.

 

Dengan iman kita bisa hidup bermasyarakat, saling tolong menolong, gotong royong, dan sebagainya.



“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” QS.Al-Hujurat: 15

Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa iman yang diterima dan benar adalah
keyakinan yang tidak dicampuri dengan keraguan dan amalan/perbuatan yang
membuktikan keyakinan itu dan ia merupakan buahnya.

“Minhusnil islamil mar’i tarkuhuma la ya’nih” “Diantara baiknya keislaman
seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak berguna baginya. Hadits Hasan (HR
Tirmidzi dan lainnya).

Iman mengajarkan kita kemuliaan, iman mengajarkan kita sedekah hatta itu sebuah senyuman, iman mengajarkan menyingkirkan duri dijalanan, iman menjadi benteng seorang muslim dalam kebaikan, benteng dari keburukan,

Iman tidak bisa diwarisi dari seorang ayah,
iman tak dapat dijual-beli, Ia tiada di tepian pantai dan gunung

Iman adalah mutiara berharga seorang muslim

Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita, menjadikan iman kita sebagai kekuatan yang akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah kelak, aamiin allahumma aamiin



 

 Khutbah ke 2












 

إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ




(Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak kami ketahui).” (HR Ahmad)

 


 

 

 

 

 

 

 

سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

 

 

No comments:

Post a Comment