* Siswa paham potensi (ruh,jasmani dan akal) dan hakikat manusia yang sukses (mengoptimalkan potensinya)
* Siswa tahu potensi dan cara mengoptimalkannya
* Siswa termotivasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut
METODE PENDEKATAN
Games/Permainan Kelompok
Diskusi
URAIAN
Manusia pada dasarnya mempunyai 3 potensi yaitu :
A. POTENSI RUH
Allah menciptakan manusia ruh, yang membutuhkan petunjuk dan hidayah agar kehidupan manusia menjadi lurus di dunia dan di akhirat (QS. 16:36)
Potensi ruh merupakan potensi dasar manusia yang ditentukan sepenuhnya oleh Allah dan Allah memegang mutlak tentang keadaan ruhiyah makhluk-Nya dalam kondisi apapun.(Q.S Al Isra’ 17:85; Q.S Az Zumar 39:42 )
Potensi ruh ini sangat terkait dengan hati, manusia tidak akan pernah mampu menjaga naik turunnya kadar iman yang ada dalam hati kecuali atas ijin-Nya, karena itulah manusia selalu dianjurkan untuk selalu berdo’a. Selain do’a, untuk menjaga ruh kita adalah dengan menyegerakan amal kebajikan sekecil apapun dan menghindari perbuatan yang keji dan munkar sekecil apapun juga.
”Bersegeralah mengerjakan amal kebajikan untuk menghadapi fitnah-fitnah yang bagaikan malam yang gelap gulita ,dimana seorang yang paginya beriman sore harinya (bisa menjadi) kafir dan orang sore harinya beriman esok paginya bisa menjadi kafir,ia menjual diennya demi kepentingan duniawi”(H.R Muslim)
Hati sebagai tempat kekuatan ruh akan menjadi tentram ketika ia senantiasa dipergunakan untuk mengingat Allah (Q.S Ar Ra’d 13:28)
B. POTENSI AKAL (Aqliyah)
Akal hanya dapat menerima hal-hal yang dilihat, didengar, dirasakan oleh indera. Melalui akal inilah manusia dapat menganalisis sesuatu yang ada di muka bumi ini. Agar dapat memanfaatkan akal ini dengan baik, manusia perlu mengisi dan mengasahnya dengan belajar dan mengajarkannya serta mengamalkannya melalui wasilah yang ada.
Makanan dari akal/otak adalah ilmu yang bermanfaat dan tiadalah Allah menciptakan segala sesuatu tanpa ada manfaatnya (Q.S Ali Imran 3: 190-191)
“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi tiap muslim laki-laki dan muslim perempuan “ (H.R Ibnu Abdil Barr)
“Dunia ini terlaknat ,dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya ,kecuali dzikrullah dan apa yang membantu ,atau orang yang berilmu atau orang yang mencari ilmu “ (H.R Ibnu Majah)
C. POTENSI JASAD (Jasmani)
Jasad manusia membutuhkan zat-zat mineral, vitamin, protein dan material lainnya yang digunakan untuk memperkuat tubuh. Jasmani yang kuat menjadikan produktivitas tinggi sehingga kesuksesan menjadi lebih mudah tercapai. Islam sendiri sangat memperhatikan mengenai hal ini (Q.S Abasa 80:24; Q.S Al Baqarah 2 :168 ; Q.S An Nabaa 78:9)
“Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah” (H.R Muslim)
Ketiga potensi tersebut jika mendapat makanan yang tepat ,maka
“Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat sekerat daging .Apabila daging itu baik maka seluruh tubuh akan baik dan bila daging itu buruk maka seluruh tubuh akan menjadi buruk pula.(Daging) itulah hati” Al Hadits
GAMES-nya
Permainan ini dimainkan oleh seluruh anggota kelompok dan pemandu sebagai jurinya.
Situasi 1
Pertama-tama seluruh anggota kelompok berdiri berjajar dan saling bergandengan tangan.
Kemudian seluruh peserta jongkok (masih bergandengan tangan) dan salah satu kaki (boleh kiri atau kanan) di’selonjorkan ‘. Setelah itu seluruh peserta berdiri dengan posisi tangan bergandengan dan salah satu kaki diangkat, ingat :jangan sampai jatuh/terlepas gandengan tangannya!!. Jika ada yang jatuh/terlepas gandengannya maka diulangi lagi !.
Situasi 2
Posisi sama (masih jongkok dengan salah satu kaki ‘selonjor’ dan bergandengan tangan). Setelah itu peserta berdiri dengan posisi tangan bergandengan dan salah satu kaki diangkat tapi berdirinya bertahap mulai dari salah satu tepi(boleh kanan/kiri). So, seperti gelombang-lah!! Konsekuensi jika lepas/jatuh diserahkan pada pemandu (disuruh ngulang/dihukum; bebas!)
Situasi 3
Posisi awal duduk berbanjar, kemudian saling pijit (kurang lebih 1,5 menit), setelah itu seluruh peserta disuruh merebahkan diri senyaman mungkin (posisi sebelumnya masih duduk berbanjar). Kemudian peserta bangun tanpa menyangganya dengan tangan. Yang masih menyangga dengan tangan atau menarik teman lainnya boleh disuruh mengulang/dihukum.
PEMAKNAAN:
Seluruh ‘games’ di atas mempunyai makna bahwa seluruh permainan tersebut hanya bisa berhasil jika kita mempunyai keseimbangan. Awal sebelum peserta melakukan permainan pasti mereka berpikir bagaimana melakukannya, kemudian sebelum mereka melakukannya mereka harus memiliki keyakinan bahwa apa yang dipikirkannya itu akan berhasil. Barulah kemudian peserta melakukannya (berdiri). Kemampuan untuk melakukan (berdiri) itu diperlukan jasad yang kuat.
Dalam pemaknaan ini pemandu boleh menambah makna-makna yang lain, yang terlihat dalam permainan ini (Ex: ukhuwah,akhlaq dll). Keyakinan kaitannya dengan ruhiyah, pikiran terkait dengan akal dan kemampuan melakukan dengan jasad.
No comments:
Post a Comment