1. Peserta memahami makna dan maksud dari mengenal Allah SWT
2. Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya mengenal Allah SWT
3. Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah SWT
4. Peserta Mengetahui hal-hal yang menghalangi mengenal Allah SWT
METODE PENDEKATAN
Nonton Film
Diskusi
URAIAN
1. MAKNA MENGENAL ALLAH
Ma’rifatullah berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengatahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui dzat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya)
2. PENTINGNYA MENGENAL ALLAH
Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu hidupnya (QS.51:56) dan tidak tertipu oleh dunia
Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia (QS.6:122).
Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya.Ma’rifatullah adalah ilmu tertinggi sebab jika dipahami memberikan keyakinan yang mendalam.Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodahan kepada cahaya yang terang (QS.6:122)
Berilmu dangan Ma’rifatullah sangat penting karena:
a) Berhubungan dengan objeknya,yaitu Allah Sang Pencipta
b) Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan memperoleh keberuntungan dan kemenangan.
3. JALAN UNTUK MENGENAL ALLAH
Ø Lewat Akal :
§ Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini :
a) Fenomena terjadinya alam (QS. 52:35)
b) Fenomena kehendak yang tinggi (QS. 67:3)
c) Fenomana kehidupan (QS. 24:45)
d) Fenomena petunjuk dan ilham (QS. 20:50)
e) Fenomena pengabulan doa (QS. 6:63)
§ Ayat Qur’aniyah / ayat Allah di dalam Al Quran :
a) Keindahan Al Quran (QS. 2:23)
b) Pemberitahuan umat yang lampau (QS. 9:70)
c) Pemberitahuan kejadian yang akan datang (QS. 30:1-3, 8:7, 24:55)
Ø Lewat memahami Asma’ul Husna :
§ Allah sebagai Al-Khaliq (QS. 40:62)
§ Allah sebagai pemberi rizki (QS. 35:3, 11:6)
§ Allah sebagai pemilik (QS. 2:284)
§ Dan lain-lain (QS. 59:22-24)
4. HAL-HAL YANG MENGHALANGI MA’RIFATULLAH
Kesombongan (QS. 7:146, 25:21)
Dzalim (QS. 4:153)
Bersandar pada pancaindera (QS. 2:55)
Dusta (QS. 7:176)
Membatalkan janji pada Allah (QS. 2:26-27)
Berbuat kerusakan /fasad
Lalai (QS. 21:1-3)
Banyak berbuat maksiat
Ragu-ragu (QS. 6:109-110)
Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati.Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati ,menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereraka di neraka (QS. 2:6-7).
MATERI TAMBAHAN (Sinopsis Film Arsitek-arsitek di Alam )
Film ini menceritakan bagaimana cerdiknya makhluk ciptaan Allah yang telah dikaruniai Allah kecerdasan dalam membuat tempat tinggalnya.
Lebah Madu
Lebah madu memproduksi zat yang sangat baik untuk kesehatan,yaitu madu. Madu tersebut disimpan dikantung-kantung kecil berbentuk Hexagonal (segi 6). Mengapa lebah madu memilih bentuk hexagonal ? Karena bentuk hexagonal adalah bentuk yang paling efisien (Luasnya bisa maksimal [tdk ada gap antar hexagon] dan kelilingnya paling sedikit [dibandingkan dgn segi 4/segi 3] ) sehingga bisa menampung madu yang banyak dengan bahan pembuat kantung yang sedikit.
Cara membuat kantungnya-pun tidak hanya dikerjakan satu lebah dan di satu tempat saja, tetapi dikerjakan oleh banyak lebah dan dimulai dari berbagai sisi yang berbeda dan akhirnya bertemu ditengah tanpa ada yang cacat (subhanallah). Ruang-ruang kantungnya-pun semuanya mempunyai kemiringan yang sama, yaitu 15o agar madu yang dimasukkan tidak tumpah.
Berang-berang
Berang-berang membuat sarangnya di sungai yang dibendung oleh mereka. Mereka memulai membuat sarangnya dari 2 ekor berang-berang. Pertama-tama mereka mencari kayu dihutan sebagai pembendung sungai.mereka menebang pohon dihutan dengan menggunakan giginya [gigi mereka seperti kuku jadi selalu tumbuh], rata-rata setiap tahun satu berang-berang menebang pohon 400 buah per tahun. Setelah beberapa bulan bekrja akhirnya jadilah bendungan mereka. Setelah diamati ternyata bendungan mereka itu berbentung cekung seperti desain bendungan modern saat ini [bentuk cekung memperkecil tekanan yang disebabkan oleh air].
Setelah air tenang baru berang-berang membuat sarangnya. Sarangnya tersebut mempunyai dua lantai. Lantai pertama untuk ruang tamu,lantai kedua untuk ruang makan dan tidur. Jalan masuk menuju sarang itu hanya dapat dilewati melewati terowongan dan hanya berang-berang tertentu saja yang tahu.
Air yang dibendung oleh berang-berang untuk membuat sarangnya sampai ¾ meter, tentu terlalu dalam kalau hanya untuk sarang berang-berang yang kecil itu. Mengapa mereka membendung sungai sampai kedalamannya sedalam itu? Ternyata berang-berang sangat tahu bahwa jika nanti musim dingin tiba airnya akan membeku, jika berang-berang membuat sarangnya degan air yang tidak dalam maka di dalam sungai akan membeku sehingga menghambat pergerakan berang-berang. (QS. Ar Rum:26)
Rayap
Rayap membuat sarangnya dengan menghancurkan bebatuan dan menggunakan air ludahnya sebagai perekat. Rumah rayap berada pada tebing-tebing yang tingginya 3-4 meter. Sangat tinggi untuk binatang sekecil rayap, bahkan gedung-gedung pencakar langit yang dibuat manusia masih kalah tinggi. Di dalam sarangnya terdapat banyak sekali lorong-lorong yang sempit. Di
Burung Penganyam
Burung penganyam membuat sarangnya dengan membuat anyaman pada ranting pohon.Pertama dilakukan adalah dengan membuat lingkarang terlebih dahulu. Ukuran lingkarang harus dibuat pas, tidak terlalu besar agar musuh tidak dapat masuk juga tidak terlalu kecil sehingga burung penganyam bisa masuk kesarangnya.Dan awal membuat simpul harus benar, karena jika tidak benar maka selanjutnya akan salah pembuatannya. Ternyata disemua tempat burung penganyam dalam membuat sarangnya patuh pada aturan tersebut.
Lebah Liar Pembuat Kertas
Lebah ini mempunyai zat selulosa didalam mulutnya yang digunakan untuk membuat sarang. Sarang lebah ini berbentuk kantung-kantung hexagon(sama seperti sarang lebah madu) yang menghadap kebawah dan digunakan untuk menyimpan larvanya. Pada waktu pertama kali larva dimasukkan kantung tersebut masih terbuka dan ketika larvanya menjadi besar larva trsebut menutup sendiri lubang tersebut agar larva tersebut tidak jatuh karena berat tubuhnya. Setelah larva tersebut menjadi lebah muda maka lebah muda itu segera keluar dari kantung tadi dan langsung membuat sarang,meneruskan kerja induknya. Sehingga terbentukklah apartemen bertingkat.
Laba-laba
Hewan ini membuat sarangnya dengan jarring yang berasal dari tubuhnya. Jaring ini menurut penelitian 5X lebihkuat dari baja pada ketebalan yang sama. Dan pada jarring tersebut terdapat butiran butiran sangat halus yang membuat jaringnya menjadi lengket.
MAROJI’
F Allah Jalla Jalaluhu, Said Hawa
F Aqidah Seorang Muslim, Al-Ummah
No comments:
Post a Comment