Gemuruh Takbir, Tahmid, berkumandang
Bersahutan memecah langit
Silih berganti menggetarkan nurani
Teriring langkah lemah sang kakek
Di antara debu-debu dan puing-puing bangunan
Aku terpaku menatap tajam matanya yg berkaca
Sejenak kutertunduk...
Di antara gemuruh dan sahutan kalimat-kalimat Tauhid itu
Tetesan-tetesan rindu membalut cerita yg t'sanggup terucap
Mulutnya bergetar seolah bertanda dan memberi isyarat
Di tanah ia berpijak ada bangunan yg telah berdebu
Yang t'lagi ia bisa lihat
Matanyapun kembali berkaca
Aku semakin terdiam
Menunduk seolah langit t'lagi bersahabat
Kakiku mulai gemetar, mataku mulai berkaca
Tapi deru-deru kemenangan itu menanti
Memanggil sejenak jiwa-jiwa yang suci
Teriakan anak-anak menghampiri
Berlari menyisahkan tapak t'beralas
Dengan senyum polos mereka menunduk
Disini bang...
Sembari menunjuk debu-debu hitam di antara arang sisa-sisa bangunan
Rumahku disini...
T'ada lagi yang tersisa
T'ada lagi yang berbekas
Debu ini cinta kami
Debu ini selimut kami
Debu ini air mata kami
Akupun tertunduk
Memuji kebesaranNya
Maafkan kami ya Allah
Ampuni kami... 


No comments:
Post a Comment