“Seanggun Wanita Pemalu”
Edisi >>> Membangun Kesadaran
Kegagalan
memahami tujuan penciptaan manusia yang hanya untuk beribadah kepada Allah
saja, akan membawa kita kepada berbagai keadaan yang membingungkan. Sebab kunci
memahami hakikat kehidupan sekaligus tabir pembuka informasi kegaiban telah
kita hilangkan. Ibarat garam, kita telah hilangkan rasa asinnya. Lalu, apakah
ia akan tetap kita sebut dengan garam ?
Pemahaman
inilah yang akan merangkai makna nubuwat kerasulan, kandungan kitab-kitab suci
tentang iman dan kekafiran, halal dan haram, juga pertentangan kebenaran dan
kebatilan. Ia juga kompas yang menunjukkan jalan agar kita tidak tersesat dan
hilang arah, cahaya terang yang mengusir kegelapan, atau keyakinan yang
mengenyahkan keraguan. Hingga kehilangannnya adalah bencana akidah yang luar
biasa. Dan mari kita lihat problematikanya ?
Wanita
pemalu seakan telah menjadi “makhluk-langka” mengentalnya budaya tabarruj (pamer) dan Buka Aurat dikalangan wanita masa kini yang begitu merebak. Konon
katanya ini zaman adalah zaman modern; yaaaaa
saya katakan modern,!!! modernnya sikap setan merka, modernnya perbuatan
terlaknatnya mereka, modernnya cara berpakaiannya mereka, modernnya cara berpikir
mereka. Inikah zaman modern itu ??? tidak ada yang perlu lagi disembunyikan
saudara semua sudah nampak begitu terbuka, ini adalah cerminan luruhnya rasa malu. Fenomena ikhtilat yang membuat iman tersayat,
budaya pacaran dan pergaulan bebas yang membuat ‘iffah (kesucian diri) terhempas, budaya mode (cara berpakaian yang
sudah tidak lagi menghargai kesucian seorang wanita), juga adegan-adegan porno
yang dipertontonkan secara transparan dan sungguh memalukan.
Inikah
zaman modern ? zaman yang merupakan potret buram runtuhnya sifat malu (al-haya’) dalam sanubari manusia (wanita)
masa kini. Dan ini sungguh memilukan hati. Begitu murahnya paha manusia
melebihi murahnya paha ayam (ma’af) hingga mereka (para wanita) kini tidak lagi
punya harga diri apa lagi mengenal jalan kembalinya. Nauzubillah…
Padahal
Allah telah memerintahkan kepada mereka
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu
mereka tidak di ganggu. dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[1232] Jilbab ialah
sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
QS. Al-Ahzab/33 : 59
Betapa
Maha Agungnya Allah memisahkan antara wanita-wanita kafir dengan yang muslim. Allah
mengajarkan kepada kita untuk menutup aurat agar lebih mudah dikenal dari
wanita-wanita yang bukan Islam dan Allah selalu menjaga orang-orang yang mejaga
aurat itu dari godaan seta-setan yang penggoda, baik yang nampak maupun yang
tidak nampak. Dan bahkan Allah selalu menyayangi kita semua dan tetap membuka
pintu pengampunya disetiap saat.
Wahai
para wanita yang selalu menganggap hidup didunia adalah kesempatan berekspresi
sepuasnya tanpa harus bercermin dalam diri, tanpa harus mengingat bahwa kelak semua
itu akan dimintai pertanggung jawabannya. Janganlah begitu wahai saudariku,
jangalah kemegahan dunia yang sesaat ini melenakkan kamu semua dari mengingat
Allah dan menjaga harga dirimu. Ingatlah Firman Allah :
“1. Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu[1598],
2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
(akibat perbuatanmu itu), 4. Dan
janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. 5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan
pengetahuan yang yakin, 6. Niscaya kamu
benar-benar akan melihat neraka Jahiim, 7.
Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul
yaqin[1599]. 8. Kemudian kamu pasti akan
ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia
itu).”
[1598] Maksudnya:
Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan
seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.
[1599] 'Ainul yaqin
artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang
kuat.
QS. At-Takaatsur/102 :1-8
Kita percaya bahwa
hamba yang beriman, bertakwa, tidaklah serupa dengan manusia kafir. Yang
beramal sholeh bukanlah mereka yang penuh dosa. Mereka berbeda, sebab lahir
dari rahim iman yang berlainan. Mereka tidak sama, dan tidak akan pernah sama meski
kadang tampak mirip satu sama lain.
Namun terkadang, kita
hilang kontrol dan kesadaran. Terbuai arus materialisme dan godaan dunia yang
melenakkan setra egonya kita. Hingga makhluk-makhluk terkutuk di sisi Allah pun
kita jadikan panutan. Mata kita berbinar melihat perolehan duniawi mereka.
Seakan-akan kita ingin memasrahkan diri asal mereka mengajak. Karena kita ingin
menjadi seperti mereka. Perkataan mereka kita jadikan rujukan, pandangan mereka
kita jadikan panduan, serta gaya hidup mereka kita turutkan. Bahkan, seperti
sabda Rasulullah SAW ketika mereka membawa kita kedalam lubang biawak yang
sempit, berliku, dan basah sekalipun kita tetap mengikutinya !
Memangnya siapa mereka ???
hingga mengalahkan arahan ayat-ayat Al-Qur’an dan sabda baginda Nabi SAW ?
meski sebenarnya bukan mereka yang salah. Kitalah yang salah, karena melupakan
teropong iman. Kita kalah sebab meninggalkan dimensi akhirat. Hingga perolehan
duniawi tampak sebagai satu-satunya pertimbangan.
Saudaraku ! Kita telah
keliru mamahami dan membangun kekaguman. Kita lupa bahwa Islam memiliki
nilainya sendiri tentang siapa yang mulia
dan hina di sisi Allah. Dan hamba
yang bertakwa itupun tidak selalu identik dengan mereka yang marjinal dan
terpinggirkan; tidak berpendidikan, penuh penderitaan, ketinggalan zaman dan
lusuh dalam penampilan.
Meski yang demikian
pun, sejatinya, bukanlah sebuah kehinaan dan kesalahan jika mereka beriman
bertakwa. Sebab kekayaan, pendidikan,
kemewahan, PENAMPILAN dan KECANTIKAN bukanlah standar manusia yang sebenarnya.
Engkaulah yang CANTIK
saudariku, Engkaulah yang TERBAIK.
By.
Irman Bima
No comments:
Post a Comment