Mentolerir resiko dari suatu kesalahan
Jika Anda melihat anak kecil atau orang dewasa belajar bersepeda.- Perhatikan, Anda akan tahu sepandai-pandai orang tersebut, sekecil apapun kesalahannya bahwa orang itu akan melakukan kesalahan dan beresiko jatuh.
- Anda ajarkan bagaimana bersepeda, bagaimanapun bahwa orang itu akan melakukan kesalahan dan tentu beresiko jatuh.
- Orang itu akan merasa bisa, jika ia sudah melampaui satu, dua atau mungkin beberapa puluh kali bagaimana rasanya apa itu jatuh, itulah resikonya.
- Kemudian dengan tiba-tiba Anda melihat ia tidak jatuh lagi, dia mulai mengayuh pedal, sepeda itu mulai meluncur. Anda perhatikan ekspresinya, ia begitu senangnya dan lupa akan lukanya. Karena sebuah dunia yang benar-benar baru terbuka baginya.
Itulah keajaiban (hikmah) yang ada jika Anda berani menghadapi resiko.
Bagaimana Implementasinya ?
Dalam hidup ini perlu adanya perencanaan tekhnis untuk mencapai
tujuan. Dengan begitu jika setiap terjadi kesalahan anda bisa tahu
karena adanya penyimpangan. Bermain judi, kalah atau menang itu bukan
karena perencanaan, tapi karena kebetulan. Dengan adanya perencanaan
Anda bisa tahu, apakah penyimpangan itu karena kesalahan atau kebetulan.
Kebetulan adalah sesuatu yang tidak direncanakan.
Apakah hidup Anda selalu berada dalam kebetulan saja ?
Salah satu tindakan terbaik dari Anda, adalah menyiapkan rencana cara bagaimana mengantisipasi, mengatasi dan memperkecil suatu resiko yang bisa diperkirakan akan timbul dikemudian hari.
Resiko dari kesalahan hanya bisa diperbaiki dengan
kesalahan-kesalahan sebelumnya. Artinya dengan terjadinya resiko Anda
mendapat pengalaman. Kesalahan yang hanya baru sekali belum menjadi
pelajaran buat Anda, kalau Anda berpikir “Aku tidak akan mengulangi lagi
kesalahan”, itu sebetulnya Anda belum banyak belajar. Sebagai orang
yang berkepribadian akan bertanggung jawab dan akan mengendalikan apa
yang dikatakan, seharusnya Anda berkata “Pelajaran apa yang harus saya
peroleh dari kesalahan ini.”
Resiko dari kesalahan mempunyai tingkatan-tingkatan. untuk
merencanakan sesuatu mulailah dari yang sederhana dahulu. Mulailah
dahulu belajar merangkak sebelum Anda bisa berjalan. Begitulah
seterusnya sampai Anda bisa berlari secepat angin tanpa khawatir.
Sehingga suatu hari Anda berani melakukan pekerjaan besar walaupun
Anda tahu kalau itu orang lain mungkin akan menghadapi resiko besar,
tapi tidak buat Anda.
Berani menghadapi resiko membuat hidup lebih berkwalitas
Saya banyak mendapatkan pandangan dari buku Pak Robert mengenai
resiko, kesalahan dan kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari
pengembangan manusia.
Kita sering marah sendiri jika menghadapi hal itu, jadi dari pada
menghindari resiko, kesalahan dan kegagalan, mari kita belajar
mengelolanya. Mari kita marah untuk bertanya-tanya apa yang dapat saya
pelajari dari kesalahan ini. Dengan begitu Kita tidak menyia-nyiakan
marah serta mutiara kebijaksanaan yang sangat berharga.
Menjadi bijaksana tentunya membuat kwalitas hidup Anda akan meningkat
dengan sendirinya. Mudah-mudahan saya tidak berbuat sesuatu yang
bersiko dengan menulis artikel ini. Saya perlu kebijaksanaan Anda.
Resiko yang positip tentunya.

No comments:
Post a Comment